Our Blog

Perbedaan Penerbit Mayor, Indie, dan Crowdfund

Bagi kamu yang sudah mempunyai naskah, pasti bingung mau terbit di Penerbit Mayor , Penerbit Indie, atau Penerbit Crowdfund. Tim ICC Publisher akan memberikan beberapa gambaran untuk kamu.

Penerbit Mayor

Penerbit mayor dimiliki oleh perusahaan penerbitan besar, punya nama dan modal cukup untuk menerbitkan buku. Bukunya pasti mempunyai ISBN, sehingga gampang direview dan dicari pembeli.  Rata-rata penerbit mayor mempunyai sumber daya manusia professional dengan spesialisasi khusus seperti layouting, cover designer, editor, marketing, dan lain lain

Penulis tidak perlu keluar modal, hanya perlu kirim naskah. Penerbit mayor akan memoles naskah penulis sampai layak jual. Setelah itu, buku akan dicetak ribuan eksemplar dan didistribusikan untuk “mejeng” di toko buku secara nasional. Bila buku terjual, penulis akan mendapatkan royalti 7-10% atau royalti putus, tergantung dari kesepakatan dengan penerbit dan agensi. Bentuk kerjasama mengikat.

Kelemahannya adalah, penerbit mayor sangat pemilih dalam menerima naskah. Respon dari mengirimkan naskah sampai keputusan diterima/ditolak rata-rata bisa mencapai 3 bulan atau lebih. Kalaupun lolos, masih banyak proses seperti editing, layouting dan proses diskusi dengan penulis yang dapat memakan waktu sangat lama. Hal ini sangat wajar karena semua resiko ditanggung penerbit.

Buku yang diterbitkan di penerbit mayor belum tentu laku. Memang, penerbit yang sudah mempunyai nama sangat berpengaruh dalam promosi, tetapi pada akhirnya yang membeli buku adalah pembaca. Kebanyakan kali, penulis baru harus ikut berpromosi secara pribadi jika tidak mau kalah bersaing dengan ribuan buku lainnya di toko buku.

Penerbit Indie

Penerbit indie rata-rata dimiliki oleh penerbitan atau percetakan yang lebih kecil, dan banyak sekali macamnya. Ada yang memberikan fasilitas persis seperti penerbit mayor, ada yang bertindak sebagai penyedia jasa.

Naskah pasti diterima karena tidak ada seleksi, kecuali bila dinyatakan sebelumnya (rata-rata penerbit indie tidak menerima naskah yang membahas SARA atau politik). Untuk penerbit indie ada jasa layouter, designer cover buku dan editor juga, namun mereka bekerja tergantung biaya yang ingin kita keluarkan. Untuk mendapatkan ISBN pun rata-rata dikenakan biaya. Demikian pula mau cetak berapa juga tergantung modal yang kita punya. Bahkan ada beberapa penerbitan yang menawarkan jasa Print on Demand, artinya buku dicetak hanya bila ada pembelian.

Bentuk kerjasama penerbit Indie tidak mengikat, artinya penulis bebas menerbitkan karyanya di tempat lain. Penulis mendapatkan seluruh hasil penjualan setelah dipotong ongkos. Hal ini sangat wajar, karena penerbit tidak mengambil resiko. Semua resiko ditanggung oleh penulis.

Kelemahannya, biaya cetak buku dalam jumlah sedikit sangatlah mahal sehingga akan mempengaruhi keuntungan penulis secara signifikan. Bila ingin mencetak dengan jumlah banyak demi menekan ongkos produksi, penulis harus mengeluarkan modal besar.

Buku yang diterbitkan secara indie belum tentu sedikit penjualannya. Contohnya adalah “Supernova” karya Dee Lestari, yang diterbitkan secara indie. Sekali lagi, kesuksesan sebuah buku jatuh pada tangan pembaca dan upaya promosi dari penulis.

Penerbit Crowdfund

Pada saat penulisan artikel ini, hanya ada 1 penerbit crowdfund di Indonesia, yaitu Inner Child Crowdfund Publisher. Konsep ini mungkin baru di dalam negeri, namun sudah banyak platform crowdfunding khusus buku yang diluncurkan di luar negeri dengan tingkat kesuksesan yang tinggi.

Di Inner Child Crowdfund Publisher, penulis tidak perlu keluar modal, hanya perlu kirim naskah. Tim kami akan memoles naskah sampai layak jual. Setelah itu, kami akan meluncurkan campaign crowdfunding untuk ide penulis tersebut. Penulis akan mendapatkan ISBN, editor dan cover design professional. Buku akan dicetak ribuan eksemplar dan didistribusikan di toko buku bila campaign berhasil, tergantung kesepakatan. Penulis akan mendapatkan royalti sebesar  50% dari keuntungan bersih.

Setelah campaign crowdfunding berjalan, pembaca dapat melakukan pledge (memesan buku secara pre-order). Pembaca akan mendapatkan hadiah eksklusif yang hanya bisa didapat di Inner Child Crowdfund Publisher. Keputusan terbit ada 100% di tangan pembaca, bukan di penerbit ataupun penulis. Resiko sangat kecil, karena bila projek gagal, uang pembaca akan dikembalikan.

Kami adalah co-creator, bukan middleman. Artinya, kami kami mengajak penulis dan pembaca untuk ikut serta dalam proses pembuatan sebuah buku.

Kami menyediakan platform crowdfunding dan mengeluarkan modal untuk jasa professional. Penulis menyediakan ide kreatif dalam bentuk naskah. Pembaca mendapatkan buku dengan kualitas tinggi dari penulis favoritnya serta hadiah eksklusif lainnya. Resiko dibagi ke tiga pihak.

Semoga artikel ini membantu pembaca dalam mengetahui cara kerja penerbit mayor, indie, atau self-publishing.

Tags:

Show Comments (0)

This is a unique website which will require a more modern browser to work! Please upgrade today!

PENAWARAN SPESIAL UNTUK KAMU!

Dapatkan kupon diskon senilai 15% dari total pledge kamu

Caranya mudah, tinggal subscribe ke newsletter ICCPublisher, dan kupon diskon akan dikirimkan ke inbox kamu. Mohon mengisi data dibawah ini dengan baik dan benar.

Kami tidak akan pernah membagikan info ini dengan pihak lain.